Dosen Prodi PAUD UMNU Kebumen Jadi Pemateri dalam Kelompok Diskusi Terumpun FGD Tiga Perguruan Tinggi
Purwokerto, 7 Agustus 2026 — Dosen Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen menjadi pemateri dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Kelompok Diskusi Terumpun yang mempertemukan tiga perguruan tinggi, yakni UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) Purwokerto, Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen, dan STAI Al-Hikmah 2 Brebes. Kegiatan berlangsung di Kopi Pletok, Purwokerto, Jumat (7/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, UMNU Kebumen diwakili oleh Risdianto Hermawan, M.Pd. dan Wafa Aerin, M.Pd. Selain dosen, kegiatan juga diikuti oleh dua mahasiswa Program Studi PAUD UMNU Kebumen, yaitu Fahma Aulia Hariyanto dan Rif'atinal Ulya.
FGD menjadi ruang akademik untuk mempertemukan gagasan, pengalaman, dan praktik baik dari masing-masing perguruan tinggi. Diskusi diarahkan pada penguatan kapasitas akademik serta pengembangan praktik pembelajaran dan budaya literasi di lingkungan perguruan tinggi.
Dalam paparannya, Risdianto Hermawan, M.Pd. menyampaikan praktik baik “Ekosistem Literasi di UMNU Kebumen: Membangun Budaya Akademik yang Berdampak, Berkarakter, dan Mendunia.” Paparan tersebut mengangkat pengalaman UMNU Kebumen dalam membangun ekosistem literasi sebagai bagian dari penguatan budaya akademik di lingkungan kampus.
Risdianto menjelaskan bahwa literasi di perguruan tinggi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi mencakup kemampuan mahasiswa dalam mengakses, memahami, menganalisis, mengolah, dan mengomunikasikan informasi secara bertanggung jawab. Ekosistem literasi perlu dibangun melalui keterlibatan berbagai unsur akademik, mulai dari dosen, mahasiswa, program studi, hingga institusi.
“Budaya literasi tidak cukup hanya dibangun melalui kegiatan membaca dan menulis, tetapi perlu menjadi bagian dari budaya akademik. Mahasiswa perlu didorong untuk mampu berpikir kritis, menghasilkan karya, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” demikian inti gagasan yang disampaikan dalam paparan tersebut.
Menurutnya, penguatan ekosistem literasi juga memiliki keterkaitan dengan arah pengembangan UMNU Kebumen sebagai perguruan tinggi yang ingin menghasilkan lulusan berdampak, berkarakter, dan mendunia. Literasi menjadi salah satu fondasi penting untuk membangun kemampuan akademik sekaligus karakter mahasiswa agar mampu menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan diskusi berlangsung secara aktif dan konstruktif. Para peserta dari ketiga perguruan tinggi saling bertukar pengalaman, menyampaikan gagasan, serta mendiskusikan berbagai tantangan dan peluang dalam pengembangan budaya literasi di lingkungan pendidikan tinggi.
Keterlibatan dosen dan mahasiswa UMNU Kebumen dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik dan membangun kolaborasi antarp perguruan tinggi. Kehadiran mahasiswa juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk terlibat secara langsung dalam forum akademik bersama dosen dan sivitas akademika dari perguruan tinggi lain.
Melalui kegiatan FGD tersebut, diharapkan terbangun ruang kolaborasi yang berkelanjutan antara UIN SAIZU Purwokerto, UMNU Kebumen, dan STAI Al-Hikmah 2 Brebes, khususnya dalam pengembangan literasi, pembelajaran, penelitian, serta penguatan kapasitas mahasiswa dan dosen.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan budaya akademik tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Kolaborasi, pertukaran pengalaman, dan berbagi praktik baik menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang semakin berkualitas dan berdampak.